Skema Lampu PJU Dengan Daya Listrik Rendah

lampu PJU tenaga surya memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna jalan pada malam hari. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan pencahayaan buatan sehingga membuat pengguna jalan merasa aman dalam melakukan aktifitas mengemudi, berjalan atau menyebrang. Kriteria distribusi cahaya yang diberikan melebar di sepanjang sisi jalan dengan tujuan agar keberadaan lampu dan tiang bisa dimanfaatkan secara optimal. Jika jarak antar tiang terlalu dekat dibutuhkan investasi yang tinggi karena akan semakin banyak jumlah lampu dan tiang yang dibutuhkan. Sedangkan jika jaraknya terlalu jauh, dikhawatirkan pencahayaan menjadi tidak optimal. Berikut beberapa fungsi penerangan jalan secara spesifik:

  1. Menghasilkan visual yang kontras antara permukaan jalan dan obyek.
  2. Meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
  3. Alat bantu navigasi bagi para pengguna jalan.
  4. Mendukung sistem keamanan lingkungan.
  5. Menambah keindahan lingkungan.

Cahaya penerangan jalan umum tidak boleh berkumpul pada satu area melainkan menyebar ke seluruh area jalan. Oleh karena itu pemilihan jenis lampu dan skema pemasangannya perlu sangat diperhatikan. Pada daerah tertentu seperti misalnya jalan tikungan, intensitas pencahayaan yang dibutuhkan lebih tinggi. Sedangkan untuk jalan bebas hambatan seperti jalan tol, sistem PJU yang dianjurkan adalah sistem menerus. Pada sistem ini, lampu dipasang secara parsial untuk memberikan adaptasi penglihatan yang baik bagi pengemudi.

Penerangan jalan saat ini menggunakan energi listrik sebagai sumber energi utamanya. Semakin banyak fasilitas penerangan maka semakin banyak pula beban energi listrik yang digunakan. Penggunaan lampu LED direkomendasikan untuk membantu mengurangi beban listrik tersebut. Dengan intensitas lumens yang lebih tinggi, lampu LED mampu membantu menghemat konsumsi listrik antara 40%-50%. Selain itu, jenis lampu ini memiliki daya pakai yang cukup kuat yaitu mampu bertahan hingga 10 tahun.

Untuk penerangan jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik atau berlokasi cukup jauh dari aliran listrik, lampu dengan sumber energi sel sinar surya (Solar Cell) direkomendasikan. Pada siang hari, sel surya bekerja untuk mengkonversi sinar surya menjadi energi listrik yang kemudian disimpan dalam baterai atau aki. Malam harinya listrik yang sudah disimpan digunakan untuk menerangi jalan. Untuk semakin memaksimalkan upaya penghematan energi, digunakanlah jenis lampu lifetime hemat energi dengan teknologi LED. Daya tahannya bisa mencapai 50.000 jam menggunakan sumber daya DC. Akan terlihat perbedaan yang cukup signifikan dengan lampu dengan sumber daya AC yang hanya dapat bertahan selama sekian ribu jam namun dengan pemakaian daya yang jauh lebih tinggi. Lamanya interval penggunaan lampu tentu membantu mengurangi biaya operasional untuk penggantian lampu rusak. Oleh karena itu, beralihlah menggunakan skema lampu PJU hemat energi dengan daya listrik rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *